
Daftar Isi
Jakarta, cache-lefilm Indonesia
—
Unggahan video TikTok seorang turis asal Amerika Serikat yang mengeluhkan tingginya harga kebutuhan di
Singapura
memicu perdebatan sengit dan reaksi beragam dari warganet.
Dalam video berdurasi 51 detik yang diunggah oleh akun @withtawakkul, turis tersebut mengeluhkan harga sepaket kentang goreng Burger King seharga SG$4 (sekitar Rp55 ribu) dan tarif taksi online sebesar SG$20 (sekitar Rp275 ribu) untuk perjalanan singkat selama 10 menit.
“Kirim saya pulang sekarang,” keluh turis tersebut dalam videonya yang direkam di kawasan Our Tampines Hub, melansir media lokal Singapura,
Stomp
.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sambil memperlihatkan suasana sekitarnya, ia menyebut kawasan tersebut tampak cukup bagus namun “tidak sepadan dengan harganya.” Video tersebut dengan cepat viral hingga ditonton lebih dari 300 ribu kali dan mendulang ratusan komentar warganet.
Unggahan tersebut menuai kritik pedas dari netizen, terutama warga lokal dan pengguna yang menilai sang turis tidak melakukan riset terlebih dahulu sebelum melawat ke negara terkaya kedua di dunia berdasarkan PDB per kapita versi
The Economist
tersebut.
“Apakah Anda tidak melakukan riset sebelum datang? Ini adalah salah satu kota termahal di dunia,” tulis salah satu netizen. “Bawa uang lebih banyak lain kali,” sindir netizen lainnya, seperti dilansir
VN Express
.
Beberapa warganet juga mengecam kebiasaan wisatawan barat yang kerap menyamaratakan harga di Singapura dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.
“Saya muak dengan turis yang datang ke sini dan berpikir bahwa hanya karena ini Asia Tenggara, harganya bakal murah. Coba bandingkan biaya hidup Singapura dengan New York, Paris, atau London,” tegas seorang pengguna TikTok.
Berdasarkan laporan
Julius Baer Global Wealth and Lifestyle Report
2026, Singapura mengukuhkan posisinya sebagai kota termahal di dunia untuk gaya hidup mewah selama empat tahun berturut-turut.
Meski kerap menuai keluhan dari para pelancong terkait tingginya biaya hidup, Singapura tetap menjadi destinasi wisata favorit berkat tingkat kejahatan yang sangat rendah, jaminan keamanan, serta kualitas hidup yang tinggi.
Sebelumnya, bahkan beberapa turis asing pernah mengaku bahwa mereka terkadang hanya makan sekali sehari demi menghemat pengeluaran selama di Singapura.
(wiw)
Baca lagi: Sutradara Akui Sudah Siapkan Naskah Sekuel Film Hope
Baca lagi: Mata Terkena Abu Vulkanik, Kenapa Bisa Perih dan Gatal?
Baca lagi: Anak Orang Utan Ditemukan di Hutan India Diduga Perdagangan Ilegal




One Response
nona88 akses resmi terbaru dan terpercaya lewat sini