
Jakarta, cache-lefilm Indonesia
—
Presiden Amerika Serikat (AS)
Donald Trump
jadi sorotan gara-gara aksinya di
Piala Dunia 2026
. Ia tampak ogah turun panggung saat tim
Spanyol
hendak mengangkat trofi.
“Trump menolak pergi saat mereka mengangkat trofi. Infantino [Presiden FIFA Gianni Infantino] mati-matian berusaha membujuknya untuk pindah,” tulis salah satu warganet di X.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi itu bukan hal yang aneh. Aksi yang dilakukan Trump dikenal dengan istilah ‘
photobombing
‘. Apa itu ‘
photobombing
‘?
Selama ini, istilah
photobombing
kerap dikaitkan dengan kebiasaan masyarakat umum. Namun, ternyata tokoh dunia seperti Trump juga melakukannya.
Menukil laman
Cambridge Dictionary
,
photobombing
merupakan tindakan seseorang yang muncul di depan atau di belakang subjek saat sedang pengambilan foto. Aksi ini bisa dilakukan secara sengaja atau tidak sengaja.
Akibatnya, kehadiran orang yang melakukan
photobombing
bisa menarik perhatian atau mengubah fokus foto tersebut. Dalam kasus Trump, misalnya, foto yang seharusnya menyorot kemenangan tim Spanyol, justru jadi perbincangan lantaran Trump ikut terfoto.
Dalam banyak kasus,
photobombing
kerap dilakukan sebagai lelucon dengan menampilkan ekspresi wajah atau pose yang tidak terduga.
Istilah
photobomb
sendiri berasal dari gabungan kata ‘
photo
‘ dan ‘
bomb
‘. Dalam konteks ini, ‘
bomb
‘ bukan berarti ledakan, melainkan sebuah ungkapan yang menggambarkan tindakan mengacaukan sesuatu secara tiba-tiba. Tak heran jika seseorang yang melakukan
photobomb
dianggap ‘menerobos’ ke dalam foto dan mengubah hasil yang semula direncanakan.
Photobombing
mulai populer seiring berkembangnya media sosial dan budaya swafoto alias
selfie
.
Mengapa orang melakukan photobomb?
Banyak alasan yang mendorong seseorang melakukan
photobomb
. Alasan yang paling umum adalah sebagai bentuk lelucon. Pasalnya, banyak orang tiba-tiba muncul dalam foto dengan sebuah pose lucu.
Photobombing
juga bisa jadi cara untuk mencuri perhatian. Masuk ke bingkai foto membuat seseorang seolah-olah menjadi bagian dari momen tersebut hingga mengundang reaksi orang lain.
Selain itu, aksi
photobomb
juga dilakukan biasanya untuk membuat foto terasa lebih spontan. Sebuah ulasan di jurnal
Media, Culture, & Society
menyebut, photobombing menghadirkan unsur kejutan yang mengubah foto jadi lebih menarik.
Ulasan itu menganggap, kehadiran sosok yang ‘mengganggu’ komposisi foto justru menjadi hiburan dan membuat gambar lebih mudah diingat.
Tak sedikit juga orang yang melakukan
photobomb
sebagai sebuah usaha untuk menjadi viral di media sosial. Di tengah kehidupan yang serba viral ini, jadi sorotan di media sosial bisa jadi nilai tambah. Collins Dictionary, misalnya, memilih ‘
photobomb
‘ sebagai ‘Word of the Year’ pada 2014 usai banyak foto
photobomb
selebriti yang menjadi viral di internet.
Perlu diketahui,
photobombing
bisa dianggap lucu jika dilakukan dalam situasi santai dan tidak mengganggu orang lain. Tapi, jika dilakukan pada momen formal, aksi
photobombing
bisa dianggap tidak sopan.
(asr)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video cache-lefilm]
Baca lagi: Bos Blueray Kenal Pejabat Bea Cukai Lewat Anggota BPK
Baca lagi: Bangladesh Kembali Tulis Aturan ‘Kecuali Israel’ di Paspor
Baca lagi: Prabowo Lantik Taruna Akmil-Akpol di Istana Besok Pagi



