
Daftar Isi
Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan saat liburan di tengah cuaca panas.
1. Pilih pakaian yang ringan dan longgar
2. Sediakan topi atau payung
3. Atur waktu untuk aktivitas outdoor
4. Pilih destinasi yang punya tempat teduh
5. Gunakan sunscreen dan kacamata hitam
6. Pastikan tubuh tetap terhidrasi
Jakarta, cache-lefilm Indonesia
—
Kala musim kemarau tiba, tak jarang wisatawan tetap ingin pergi
liburan
. Salah satu alasannya mungkin karena langit yang cerah membuat wisatawan lebih leluasa menjelajahi berbagai destinasi, terutama tempat-tempat di luar ruangan.
Namun, berlibur saat cuaca panas juga perlu diperhatikan. Suhu yang terlalu tinggi dapat membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan dan meningkatkan risiko gangguan akibat panas, terutama jika banyak melakukan aktivitas di luar ruangan.
Wisatawan sebaiknya tidak hanya mempersiapkan itinerary ketika memutuskan jalan-jalan di tengah cuaca panas menyengat, tapi juga menyesuaikan pakaian, waktu beraktivitas, hingga pilihan tempat yang akan dikunjungi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan saat liburan di tengah cuaca panas.
1. Pilih pakaian yang ringan dan longgar
Pakaian menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika bepergian saat musim panas.
CDC (
Centers for Disease Control and Prevention
), sebuah badan di bawah Departemen Kesehatan AS, merekomendasikan pakaian yang ringan, longgar, dan berwarna terang agar udara dapat bersirkulasi sekaligus membantu melindungi tubuh dari paparan matahari.
Untuk bahan, linen dapat menjadi pilihan karena mampu menyerap kelembapan dan memungkinkan udara bersirkulasi.
Katun ringan juga dapat digunakan, meski dalam kondisi sangat panas dan lembap bahan ini dapat terasa lebih menempel di kulit.
2. Sediakan topi atau payung
Topi bisa menjadi perlengkapan sederhana yang berguna ketika banyak melakukan aktivitas outdoor.
CDC merekomendasikan topi, sementara topi bertepi lebar dapat memberikan perlindungan lebih luas dari paparan panas dan sinar matahari.
Wisatawan juga dapat membawa payung jika destinasi yang dikunjungi minim tempat berteduh. National Geographic menyebut bayangan dari payung maupun pepohonan dapat membantu mengurangi paparan panas langsung.
3. Atur waktu untuk aktivitas outdoor
Hindari menempatkan seluruh aktivitas luar ruangan pada waktu ketika suhu sedang tinggi. Aktivitas seperti berjalan kaki, hiking, atau berkeliling kota dapat dilakukan pada pagi atau sore hari ketika kondisi lebih sejuk.
Sementara itu, siang hari dapat digunakan untuk beristirahat atau mengunjungi tempat yang berada di dalam ruangan.
4. Pilih destinasi yang punya tempat teduh
Tempat wisata yang memiliki pepohonan, area teduh, museum, galeri, pusat perbelanjaan, atau fasilitas indoor dapat menjadi pilihan agar wisatawan tidak terus-menerus terpapar matahari.
CDC juga menyarankan untuk berada di ruangan berpendingin udara sebanyak mungkin ketika suhu sangat tinggi.
5. Gunakan sunscreen dan kacamata hitam
Perlindungan dari matahari tidak cukup hanya dengan pakaian dan topi. Wisatawan juga disarankan menggunakan
sunscreen
atau tabir surya serta kacamata hitam ketika beraktivitas di luar ruangan.
Sunscreen
juga perlu digunakan kembali sesuai petunjuk pada kemasan, terutama setelah berkeringat atau melakukan aktivitas di air.
6. Pastikan tubuh tetap terhidrasi
Terakhir, jangan lupa membawa air minum selama perjalanan. CDC menyarankan wisatawan memperbanyak konsumsi cairan nonalkohol saat berada di cuaca panas.
Wisatawan juga sebaiknya beristirahat secara berkala dan tidak memaksakan aktivitas ketika tubuh mulai terasa tidak nyaman.
Dengan persiapan yang tepat, liburan saat musim panas tetap dapat dilakukan dengan nyaman tanpa mengabaikan kondisi cuaca dan kesehatan selama perjalanan.
(dsd/wiw)
Baca lagi: Bulog-TNI Percepat Distribusi Bantuan Pangan untuk 33,2 Juta Warga
Baca lagi: Ngamuk soal Sanksi, Israel Paksa Tutup Konsulat Inggris di Yerusalem
Baca lagi: Tragedi 9/11, Anak-anak Muda AS Malah Makin Terbawa ‘Teori Konspirasi’



