
Daftar Isi
Biji apel mengandung racun
Apakah menelan biji apel berbahaya?
Makanan lain yang mengandung sianida
Jakarta, cache-lefilm Indonesia
—
‘
An apple a day keeps the doctor away
‘. Ungkapan ini sudah dikenal di masyarakat, menandakan hebatnya manfaat
apel
untuk
kesehatan
.
Namun demikian, konsumsi apel juga perlu dilakukan secara hati-hati. Jangan sampai Anda terlalu banyak menelan biji apel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biji apel mengandung racun
Biji apel dikenal beracun. Mengutip
VN Express
, biji apel mengandung amigdalin atau senyawa alami yang melepaskan sianida (bahan kimia beracun) saat dicerna.
Sianida sendiri sudah dikenal sangat beracun dan dapat merusak jantung serta otak. Pada dosis tinggi, racun sianida bisa memicu koma hingga kematian.
Center for Disease and Prevention Control (CDC) Amerika Serikat (AS) memperkirakan, dosis sianida oral sekitar 1-2 miligram (mg) per kilogram (kg) berat badan dapat berakibat fatal.
Menukil
Medical News Today
, sianida bekerja dengan mengganggu pasokan oksigen ke sel-sel tubuh. Gejala keracunan sianida umumnya bisa terlihat dalam beberapa menit hingga beberapa jam setelah tertelan.
Gejala keracunan sianida meliputi berikut:
– pupil melebar,
– sakit kepala,
– pusing,
– kebingungan.
Sementara keracunan yang lebih parah dapat menimbulkan gejala berikut:
– penurunan kesadaran,
– tekanan darah rendah,
– kejang,
– koma,
– kematian.
Apakah menelan biji apel berbahaya?
Mengonsumsi beberapa biji apel kemungkinan besar tidak akan sampai memicu gejala keracunan. Namun, makan atau minum biji yang digiling atau dihancurkan dalam jumlah besar dapat menyebabkan keracunan sianida jika dosisnya cukup tinggi.
Dosis sianida yang mematikan adalah sekitar 50-300 mg. Penelitian tahun 2018 menemukan, keracunan sianida bisa menjadi parah jika ada sekitar 83-500 biji apel yang dikonsumsi. Jadi, beberapa biji yang terdapat di dalam satu buah apel saja masih terbilang aman.
Kendati demikian, setiap orang memiliki tingkat toleransinya sendiri terhadap sianida. Variasi apel dan kondisi benih juga jadi faktor yang ikut berkontribusi.
Meski terbilang aman, tapi membuang biji dari buah apel jadi pilihan yang dianggap lebih aman.
Makanan lain yang mengandung sianida
Bukan cuma apel, beberapa sumber makanan nabati lainnya juga mengandung senyawa penghasil sianida. Penelitian telah menemukan setidaknya 55 bahan kimia sianogenik berbeda pada lebih dari 2.650 spesies tanaman.
Selain apel, beberapa buah lain yang mengandung sianida di antaranya:
– pir,
– aprikot,
– ceri.
Namun, hanya benih ketiganya yang menimbulkan risiko. Buahnya masih aman untuk dikonsumsi.
Selain itu, kacang-kacangan dari keluarga
Rosaceae
, yang sama dengan Apel, seperti almond dan kacang mete juga mengandung sejumlah amigdalin yang dapat memproduksi sianida.
Senyawa penghasil sianida memang banyak ditemukan di sejumlah sumber nabati. Hanya saja, jika dikonsumsi dalam batas normal, efeknya tak akan sampai memicu keracunan akut.
(asr)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video cache-lefilm]
Baca lagi: Prabowo Ungkap Peremajaan Tebu Sempat Mandek 12 Tahun
Baca lagi: Kata Studi, Ini Cara Efektif Atasi Kulit Belang Akibat Sinar Matahari
Baca lagi: Pengalaman Mario Aji dan Veda Ega Ditilang di Eropa, Denda Rp3,5 Juta



2 Responses
Penjelasan yang sangat informatif dan mudah dipahami! Saya kebetulan nemu materi bacaan yang mirip dan lumayan ngebantu di https://caramellaapp.com/jack2004/2d-vrEJ0F/thermo-keto-gummies.
Penjelasan yang sangat jernih dan membantu riset saya. Saya juga menyarankan artikel pendukung di https://coursework.uma.ac.id/index.php/teknik/article/view/9 biar pemahaman kita makin lengkap.