Tak Lagi Cemas, Ini 8 Cara Mengatasi Anak Takut ke Dokter Gigi

Daftar Isi

1. Mulailah sejak dini

2. Pilih waktu kunjungan yang tepat

3. Jelaskan apa yang terjadi

4. Baca buku dan tonton video bersama

5. Bermain peran sebagai dokter gigi di rumah

6. Lakukan kunjungan rutin ke dokter gigi

7. Berikan contoh sikap yang positif

8. Rayakan keberhasilan kecil

Jakarta, cache-lefilm Indonesia

—

Menjaga

kesehatan gigi

sejak dini penting, tetapi tak sedikit

anak

yang takut atau cemas jika diajak berkunjung ke dokter gigi. Sebagai

orang tua

, Anda harus tahu bagaimana cara mengatasi anak takut ke dokter gigi.

Kecemasan menjadi salah satu penyebab anak takut ke dokter gigi, misalnya sebelumnya pernah memiliki pengalaman negatif dengan dokter gigi. Bisa juga anak menyerap rasa takut atau cemas dari orang di sekelilingnya, sehingga memiliki kecenderungan alami untuk cemas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merangkum dari berbagai sumber, berikut ini sejumlah cara mengatasi anak takut ke dokter gigi yang dapat membantu mengurangi kecemasannya:

1. Mulailah sejak dini

Memperkenalkan anak ke dokter gigi sejak usia dini dapat mengurangi rasa takut berlebih di kemudian hari. Sebagian besar ahli menyarankan untuk membawa anak menjalani pemeriksaan gigi saat gigi susu pertamanya tumbuh atau saat berusia satu tahun.

Namun, Anda juga bisa mencoba untuk mengajak anak saat Anda akan periksa gigi. Hal tersebut dapat membuat anak Anda akrab dengan lingkungan baru.

2. Pilih waktu kunjungan yang tepat

Suasana hati anak mungkin berubah-ubah sepanjang hari. Oleh karena itu, jadwalkan kunjungan pada waktu di mana mereka sudah cukup istirahat, tenang, dan kenyang.

3. Jelaskan apa yang terjadi

Beri tahu anak secara jelas mengenai apa yang akan mereka alami saat bertemu dokter gigi. Selain itu, jawablah pertanyaan yang mereka miliki.

Hindari penggunaan kata-kata yang menakutkan seperti sakit, nyeri atau suntikan. Jangan pula ketakutan Anda menular pada si kecil. Bersikaplah jujur tetapi tetap menjaga suasana agar terasa menyenangkan dan positif.

4. Baca buku dan tonton video bersama

Luangkan waktu pada minggu-minggu menjelang kunjungan untuk membaca buku anak-anak dan menonton video tentang kunjungan ke dokter gigi. Hal ini dapat membantu anak memahami apa yang akan terjadi dan membuat sosok dokter gigi tidak terlihat menakutkan.

5. Bermain peran sebagai dokter gigi di rumah

Bergantianlah bermain peran sebagai dokter gigi di rumah. Biarkan anak berperan sebagai dokter gigi maupun pasien.

Berlatihlah menggunakan mainan peralatan dokter gigi, duduk di kursi besar, buat suara-suara lucu, membuka dan menutup mulut, serta membersihkan dan menghitung gigi.

6. Lakukan kunjungan rutin ke dokter gigi

Mengutip

Nature

, makin terbiasa anak dengan dokter gigi, pengalaman tersebut akan makin tidak menakutkan. Pemeriksaan rutin dapat membantu membuat kunjungan ke dokter gigi terasa sebagai bagian wajar dari kehidupan sehari-hari dan tidak perlu dikhawatirkan.

7. Berikan contoh sikap yang positif

Anak-anak peka terhadap cara orang dewasa membicarakan sesuatu. Jadi, usahakan agar percakapan mengenai dokter gigi tetap bernada positif dan santai. Jika Anda tetap tenang, mereka pun cenderung akan merasa lebih aman.

8. Rayakan keberhasilan kecil

Tidak ada salahnya Anda merayakan keberhasilan yang dilakukan si kecil, baik itu saat mereka menyikat gigi tanpa rewel maupun berhasil menjalani pemeriksaan.

Sedikit pujian bisa memberikan dampak besar untuk kepercayaan diri anak. Membangun kenangan positif seputar perawatan gigi dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri mereka seiring berjalannya waktu.

Itulah sejumlah cara mengatasi anak takut ke dokter gigi. Semoga si kecil tak lagi takut pergi ke dokter gigi.

(glo/rti)

Baca lagi: Iran Klaim Tangkap Kapal Selam Nirawak AS di Selat Hormuz

Baca lagi: Mengapa Iran Bekingi Banyak Milisi di Timur Tengah Termasuk Houthi?

Baca lagi: Ehsan Upin & Ipin: Pray for Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: