
Jakarta, cache-lefilm Indonesia
—
Kita kerap mendengar anjuran
menyikat gigi
dua kali sehari atau memakai benang gigi (
flossing
) untuk menjaga
kebersihan mulut
.
Namun, ada satu hal yang masih sering terlewatkan, yakni membersihkan lidah. Lantas, seberapa penting menyikat lidah?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lidah memiliki permukaan yang dipenuhi tonjolan kecil atau papila. Tekstur ini membuat sisa makanan, sel-sel mati, hingga bakteri mudah menumpuk. Kalau dibiarkan dan tidak disikat, penumpukan tersebut bisa menyebabkan bau mulut, bahkan menimbulkan berbagai masalah kesehatan mulut.
Dikutip dari
Health
, membersihkan lidah perlu dilakukan untuk menjaga kebersihan mulut, selain menyikat gigi, menggunakan benang gigi, dan berkumur.
Sebab, lidah rentan menjadi tempat berkumpulnya bakteri, sisa makanan, hingga sel kulit mati yang berkontribusi terhadap munculnya bau mulut.
Manfaat menyikat lidah
Salah satu manfaat yang paling terasa dari membersihkan lidah adalah membuat napas lebih segar. Pembersihan lidah membantu mengurangi bakteri penghasil senyawa sulfur, yaitu penyebab utama bau mulut.
Selain itu, permukaan lidah yang bersih juga membuat rongga mulut terasa lebih segar. Hal ini karena lapisan putih atau kekuningan yang terdiri dari bakteri, sisa makanan, air liur, dan sel mati dapat terangkat.
Ditambahkan dari laman
National Dental Centre Singapore
,
lidah memiliki permukaan yang luas dengan banyak papila sehingga menjadi ‘penampung’ atau tempat berkumpulnya bakteri.
Karena itu, membersihkan lidah menggunakan sikat gigi maupun alat pembersih lidah dapat membantu mengurangi jumlah bakteri yang menempel.
Tak hanya itu, dokter gigi Leroy Kiang mengatakan kotoran dan sisa makanan yang menumpuk di lidah juga dapat menghalangi indra perasa dan memengaruhi indra pengecap.
“Beberapa penelitian menunjukkan bahwa membersihkan lidah dua kali sehari dapat meningkatkan persepsi rasa seseorang, terutama rasa pahit dan asin.”
Meski demikian, para dokter gigi menekankan bahwa membersihkan lidah bukan berarti mengganti kewajiban untuk menyikat gigi. Sebab, langkah utama menjaga kesehatan mulut tetaplah menyikat gigi dengan benar hingga ke sela-sela gigi.
Cara menyikat lidah yang benar
Bagi sebagian orang, menyikat lidah membuat sedikit tidak nyaman. Ketika alat pembersih lidah atau tongue scraper menyentuh bagian belakang lidah, banyak yang refleks merasa mual atau tersedak.
Namun perlu dipahami bahwa refleks tersebut adalah hal normal dan sensasinya dapat berkurang seiring kebiasaan ini dilakukan.
Untuk membersihkan lidah sebenarnya cukup mudah dan tidak selalu memerlukan alat khusus.
Dikutip dari
Gross Dentistas Dental Clinic
,
menggunakan bulu atau bagian belakang sikat gigi yang bergerigi sudah cukup, meskipun tongue scraper dapat menjadi pilihan yang baik.
Cara membersihkan lidah bisa dimulai dengan kumur-kumur untuk menghilangkan sisa makanan yang menempel di gigi, lidah, dan sela mulut.
Setelah itu, letakkan sikat atau tongue scraper mulai dari bagian belakang lidah, kemudian gosok perlahan ke arah depan. Ulangi beberapa kali hingga permukaan lidah terasa bersih.
Lakukan juga di bagian sisi kanan dan kiri lidah yang juga menjadi tempat menumpuknya bakteri. Hindari menggosok terlalu keras karena dapat menyebabkan iritasi atau melukai jaringan lidah.
Pembersihan lidah idealnya dilakukan dua kali sehari bersamaan dengan rutinitas menyikat gigi pada pagi dan malam hari. Dengan melakukan kebiasaan sederhana ini, kebersihan rongga mulut menjadi lebih optimal, napas terasa lebih segar, dan penumpukan bakteri di lidah dapat dikurangi.
(fef)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Era Internet 6G di Depan Mata, Bagaimana Kesiapan Indonesia?
Baca lagi: Bumbum Keluar dari Sukses Lancar Rejeki, Fokus Pendidikan
Baca lagi: Jadwal Janice Tjen/Aldila Sutjiadi di Wimbledon 2026: Lawan Tuan Rumah




3 Responses
Penulisan artikelnya sangat runut sehingga mudah dipahami. Saya juga ingin berbagi tautan https://kldp.org/comment/259014 di sana ada tulisan serupa yang bisa dijadikan rujukan tambahan.
Ulasan yang sangat solutif, responsif terhadap kebutuhan pasar, dan ditulis dengan gaya bahasa yang sangat memotivasi tindakan positif https://teknokrat.ac.id/universitas-teknokrat-indonesia-kampus-terbaik-di-lampung-salurkan-zakat-mal-14-ton-beras-ke-panti-asuhan-ummi-may-bandar-lampung/
Sebuah bentuk dedikasi intelektual yang nyata, memberikan manfaat instan, dan sangat menginspirasi perbaikan kualitas kerja secara berkelanjutan https://lifestyle-with-ace-keto-acv-gummies.webflow.io/