Sungai Kekeringan, Reruntuhan Jembatan 2.000 Tahun Lalu Kembali Muncul

Jakarta, cache-lefilm Indonesia

Kota

Roma

, Italia, tengah dilanda

kekeringan

parah sejak Juli 2026. Kondisi tersebut membuat debit air salah satu

sungai

terpenting di kota itu, Sungai Tiber, mengalami penurunan drastis.

Debit air Sungai Tiber, yang mendapat aliran dari sejumlah anak sungai di Pegunungan Apennine bagian utara, kini berada di bawah 80 meter kubik per detik. Angka tersebut sekitar setengah dari rata-rata debit pada periode yang sama.

Mengutip

La Presse

, kondisi tersebut membuat debit Sungai Tiber berada di level terendah dalam sekitar 15 tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kami sedang menghadapi krisis air yang besar. Krisis ini juga disebabkan oleh fakta bahwa musim dingin tahun ini sebenarnya memiliki curah hujan yang cukup tinggi, tetapi kemudian periode kering berlangsung cukup lama,” ujar Koordinator Perlindungan Sipil Roma Giovanni Giganti, seperti dilansir

cache-lefilm

.

Turunnya debit Sungai Tiber juga membuat reruntuhan Jembatan Nero (Pons Neronianus) yang diperkirakan berusia sekitar 2.000 tahun kembali muncul ke permukaan.

Jembatan tersebut biasanya berada di bawah permukaan air. Sisa-sisa bangunan kuno itu terakhir kali terlihat pada 2022, ketika Roma juga mengalami kekeringan.

Namun, pada tahun ini, bagian-bagian struktur kuno tersebut terlihat lebih utuh di permukaan sungai. Kemunculan reruntuhan tersebut memberikan kesempatan langka bagi para arkeolog untuk mempelajari kembali peninggalan bersejarah dari era Romawi kuno.

Jembatan Nero diperkirakan dibangun sebagai monumen kemenangan oleh Kaisar Caligula sekitar 39 Masehi. Dalam bahasa Latin, jembatan tersebut dikenal dengan nama Pons Neronianus.

Namun, jembatan itu kemudian lebih dikenal sebagai Jembatan Nero. Nama tersebut dikaitkan dengan Nero, keponakan Caligula yang diketahui mengganti nama sejumlah bangunan kuno dengan namanya sendiri selama masa pemerintahannya pada 54-68 Masehi.

Pada masa Romawi kuno, Jembatan Nero menghubungkan kawasan Campus Martius dengan area yang kini mencakup Spanish Steps, Piazza del Popolo, serta kawasan pertokoan mewah di sekitar Via Condotti.

Jembatan tersebut juga mengarah ke kompleks yang dikenal sebagai Circus of Nero. Kawasan itu diyakini menjadi lokasi Santo Petrus dihukum mati sebagai martir.

Saat ini, area tersebut berada di sekitar Basilika Santo Petrus dan Kota Vatikan.

(dsd/tis, wiw)

Baca lagi: Instagram Beri Orang Tua Notifikasi Saat Remaja Butuh Bantuan Mental

Baca lagi: Daftar Wilayah Berpotensi Hujan dan Angin Kencang Hari Ini

Baca lagi: China Hukum Berat Pendiri Evergrande, Eks Bos Klub Bola Tajir Melintir

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: