Sering Makan Larut Malam? Begini Dampak Buruknya pada Tubuh

Daftar Isi

1. Mengganggu fungsi pencernaan

2. Cenderung memilih makanan kurang sehat

3. Menurunkan kualitas tidur

Jakarta, cache-lefilm Indonesia

Beberapa orang mungkin sulit menghindari kebiasaan makan larut malam, terutama setelah seharian sibuk beraktivitas.

Masalahnya, jika

makan malam

terlalu larut dilakukan hampir setiap hari atau terlalu dekat dengan waktu

tidur

dapat membawa dampak buruk buat tubuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut ahli diet, waktu makan malam umumnya dianjurkan sekitar pukul 17.00-19.00 atau setidaknya tiga jam sebelum tidur.

Apabila waktu makan terlalu dekat dengan jam tidur, tubuh akan tetap bekerja ketika seharusnya mulai beristirahat. Kondisi tersebut dapat memengaruhi sejumlah fungsi tubuh dan, dalam jangka panjang, berdampak pada kesehatan.

Lantas, apa yang terjadi pada tubuh jika sering makan larut malam?

1. Mengganggu fungsi pencernaan

Dikutip dari laman

Realsimple

,

fungsi metabolisme dan pencernaan tubuh mulai menurun menjelang malam hari. Hal ini berkaitan dengan ritme sirkadian atau jam internal tubuh yang turut mengatur berbagai fungsi tersebut.

Akibatnya, pergerakan saluran pencernaan menjadi lebih lambat sehingga makan terlalu larut misalnya pada tengah malam, terutama dalam porsi besar, dapat meningkatkan risiko kembung, refluks asam, kram, hingga perubahan buang air besar.

“Selain itu, berbaring segera setelah makan dapat membuat refluks asam atau heartburn lebih mungkin terjadi, karena asam lambung lebih mudah naik kembali ke kerongkongan,” ujar ahli diet Marissa Karp.

Karena itu, tetap berada dalam posisi tegak setelah makan dapat membantu makanan bergerak ke arah yang semestinya.

2. Cenderung memilih makanan kurang sehat

Karp menambahkan, sering kali makan larut membuat seseorang kurang selektif dalam memilih makanan.

Misalnya, seseorang tidak cukup makan pada hari itu sehingga sangat lapar pada malam hari, atau makan karena stres dan bosan, bukan karena benar-benar lapar.

Dengan begitu, mereka akan cenderung makan lebih banyak atau memilih yang cepat dan praktis, misalnya makanan instan, cepat saji, atau olahan.

“Seiring waktu, pola-pola ini dapat membuat seseorang lebih mudah mengonsumsi kalori melebihi kebutuhan tubuh yang dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko kondisi kesehatan kronis,” imbuh Karp.

3. Menurunkan kualitas tidur

Makan malam terlalu larut membuat tubuh tetap bekerja mencerna makanan ketika seharusnya mulai beristirahat.

Ahli gizi lainnya, Nadja Abada mengatakan kadar gula darah dapat meningkat secara bertahap setelah makan larut malam, sementara sistem pencernaan tetap aktif.

Makan dalam porsi besar menjelang tidur juga dapat membuat seseorang lebih sulit terlelap. Keluhan seperti heartburn, refluks, dan kembung saat berbaring dapat semakin mengganggu tidur.

“Ditambah lagi, jika Anda mengalami ketidaknyamanan pencernaan seperti heartburn, refluks, atau kembung ketika berbaring, hal itu tentu dapat mengganggu tidur,” kata Karp.

Jika memang lapar sebelum tidur, ahli menyarankan makanan ringan dan mudah dicerna, seperti yoghurt dengan buah, keju dengan biskuit gandum utuh, atau roti gandum dengan selai kacang, ketimbang snack olahan, minuman atau kue-kue manis.

(fef)

Baca lagi: Prabowo Buka-bukaan Alasan Jalankan MBG di Ekonomi Forum Rusia

Baca lagi: 6 Gunung Api Erupsi Serentak Akhir Agustus, Ini Penjelasan PVMBG

Baca lagi: Daftar Fenomena Langit September, Hujan Meteor Hingga Harvest Moon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: