Pajak hingga Beda Tarif buat Turis, Kini Makin Mahal Liburan ke Jepang

Daftar Isi

Jakarta, cache-lefilm Indonesia

—

Era liburan murah di

Jepang

resmi berakhir. Seiring melonjaknya angka kedatangan turis asing atau wisatawan mancanegara, berbagai destinasi populer di Negeri Sakura mulai memberlakukan tarif masuk lebih tinggi, pajak turis, hingga sistem harga ganda.

Organisasi Pariwisata Nasional Jepang (JNTO) mencatat rekor 42,7 juta turis asing berkunjung sepanjang 2025. Di tengah target pemerintah mendatangkan 60 juta turis per tahun pada 2030, isu dampak kepadatan atau

overtourism

membuat otoritas lokal bertindak tegas membebankan biaya pemeliharaan kepada para pelancong.

Pemerintah Kota Kyoto resmi memperbarui skema pajak penginapan sejak 1 Maret lalu. Wisatawan yang menginap di hotel mewah dengan tarif mulai dari 100.000 yen (sekitar Rp11,4 juta) per malam kini dikenakan pajak tambahan sebesar 10.000 yen (sekitar Rp1,14 juta) per malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak berhenti di situ, Pemerintah Kota Kyoto berencana memberlakukan perbedaan tarif bus kota pada tahun fiskal 2027. Warga lokal Kyoto hanya akan membayar 200 yen (sekitar Rp23 ribu), sementara wisatawan umum dikenakan tarif 350 yen hingga 400 yen (sekitar Rp40 ribu hingga Rp46 ribu).

Melansir

Travel Noire

, pembatasan ketat juga menyasar pendaki Gunung Fuji. Sepanjang musim pendakian 2026, seluruh empat rute utama mewajibkan biaya pendakian sebesar 4.000 yen atau sekitar Rp458 ribu).

Rute Yoshida di Yamanashi membatasi kuota harian maksimal 4.000 pendaki per hari. Gerbang pendakian akan ditutup rapat bagi pendaki tanpa reservasi pondok antara pukul 14.00 hingga 03.00 dini hari waktu setempat demi mencegah aksi bullet climbing atau pendakian malam hari tanpa istirahat yang membahayakan nyawa.

Sementara itu, wacana harga ganda atau

two-tier pricing

mulai diterapkan berdasarkan status domisili, seperti yang dilakukan Istana Himeji sejak Maret 2026.

Tiket masuk Istana Himeji untuk dewasa umum diresmikan sebesar 2.500 yen (sekitar Rp286 ribu), sementara warga lokal Kota Himeji hanya membayar 1,000 yen (sekitar Rp114 ribu). Wisatawan asal Tokyo kini membayar tarif yang sama dengan turis asal New York.

Meskipun angka kunjungan ke Istana Himeji sempat turun 17 persen pada bulan pertama pemberlakukan tarif baru, pendapatan dari penjualan tiket dilaporkan melonjak lebih dari dua kali lipat.

Skema ini terbukti efektif mengurangi kepadatan fisik lokasi bersejarah tanpa mengorbankan pundi-pundi ekonomi dari sektor pariwisata.

(wiw)

Baca lagi: Penjualan Motor Agustus 2026 Melorot

Baca lagi: Ilmuwan Penemu Susu Kecoa dan Manfaatnya Menang Hadiah Nobel Ig

Baca lagi: Hello world!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: