
Jakarta, cache-lefilm Indonesia
—
Keberadaan
hotel
memiliki keterkaitan erat dengan industri pariwisata. Kendati demikian, cakupan aktivitas hotel sebenarnya jauh lebih luas karena menyambut berbagai kategori tamu yang tidak melulu bepergian untuk urusan liburan.
Sebagian hotel bahkan berfungsi sebagai pusat kekuasaan, tempat bertukarnya modal sosial, negosiasi kontrak secara rahasia, hingga tempat berinteraksinya para mata-mata, pebisnis, diplomat, dan jurnalis. Peran krusial ini kerap menjadikan hotel sebagai sasaran empuk aksi terorisme.
Di sisi lain, hotel juga pernah menjadi saksi sejarah lokasi perundingan damai, tempat penampungan pengungsi, hingga lokasi perawatan korban perang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian hotel lainnya menyediakan layanan sewa kamar harian yang memberi akses ke fasilitas hotel tanpa perlu menginap, sekaligus menjadi ruang pertemuan yang diskret bagi pasangan kasmaran.
Melansir
Gis Estudes Touristiques
, dalam kurun dua abad, hotel telah bertransformasi menjadi infrastruktur utama yang hadir di seluruh penjuru dunia. Standardisasi dan penyebarannya yang masif, bahkan hingga ke gundukan pasir di tepi pantai seperti resort pulau di Maladewa, menjadi bukti nyata dari arus globalisasi.
Istilah hotel berasal dari bahasa Prancis
hôtel
, yang diturunkan dari kata
hôte
(‘tamu’ atau ‘tuan rumah’) dan kata Latin
hospes
(seseorang yang menyambut orang lain).
Secara etimologi,
hospes
berhubungan erat dengan kata hostes (‘orang asing’ atau ‘musuh’). Kedua kata tersebut berakar dari kata kerja
hostire
, yang berarti ‘memperlakukan secara setara’ atau ‘memberikan kompensasi’. Dari kata kerja ini lahirlah kata
hostia
(‘korban persembahan untuk meredakan kemarahan dewa-dewa’) dan
hostes
(‘musuh’).
Sementara itu, pada Abad Pertengahan, istilah
ostage
merujuk pada tempat tinggal, dan
ostoier
berarti ‘menampung atau memberi penginapan’. Pada abad ke-16, kata
ostel
berkembang menjadi rumah atau penginapan, yang kelak melahirkan kata
hôtellerie
dan
hôtel
dalam bahasa Prancis.
Penggunaan istilah ini kemudian bergeser untuk menyebut orang yang ditahan sebagai jaminan, yang menjadi cikal bakal kata
hostage
(‘sandera’).
Pada abad ke-13,
hôtel
merujuk pada rumah siap sewa yang difungsikan sebagai penginapan. Sekitar tahun 1760, kata ini diserap ke dalam bahasa Inggris sebagai hotel untuk menggambarkan penginapan berkualitas tinggi, hingga akhirnya melekat pada kategori arsitektur tertentu dan menggeser popularitas kata
auberge
(‘kedai penginapan’).
Sementara itu, kata
resort
dalam bahasa Inggris berasal dari kata Prancis abad ke-13
ressort
, yang berarti ‘melarikan diri’ atau ‘menarik diri’. Kata ini masuk ke dalam bahasa Inggris pada abad berikutnya dan membentuk istilah seperti public resort-sebuah tempat yang menyediakan penginapan bagi masyarakat umum-dan kelak berkembang menjadi tempat rekreasi serta peristirahatan.
Dalam bahasa Inggris Amerika, resort merujuk pada fasilitas komersial serba ada yang dirancang untuk memenuhi seluruh kebutuhan tamu di satu lokasi, mulai dari makanan, minuman, penginapan, fasilitas olahraga, hiburan, hingga area berbelanja.
Para ahli sepakat bahwa hotel modern pertama mulai bermunculan pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19. Beberapa contoh perintisnya mencakup Royal Clarence di Exeter (Inggris) serta Union Public Hotel di Washington (Amerika Serikat) yang dibuka pada 1793 oleh Samuel Blodget Jr.
Namun, yang menarik adalah, hotel tertua di dunia bukan ada di Inggris atau Amerika Serikat, melainkan di Jepang. Adalah Nishiyama Onsen Keiunkan, hotel tertua di dunia yang sudah berdiri sejak tahun 705 M dan masih beroperasi hingga kini.
(wiw)
[Gambas:Video cache-lefilm]
Baca lagi: Anthony Michael Hall Ungkap The Breakfast Club Nyaris Punya Sekuel
Baca lagi: Survei Ungkap Pengguna Mac Lebih Banyak Jadi Sasaran Serangan Siber
Baca lagi: Cedera Lagi, Pogba Terancam Diputus Kontrak AS Monaco



