
Jakarta, cache-lefilm Indonesia
—
Menyiapkan
hadiah
ulang tahun, mengingat jadwal kumpul
keluarga
, menghubungi kerabat yang sudah lama tak ditemui, hingga memastikan
tradisi
keluarga tetap berjalan mungkin terlihat seperti hal-hal kecil. Namun, jika semua tugas tersebut dilakukan terus-menerus oleh satu orang, bebannya bisa terasa melelahkan.
Ada istilah untuk pekerjaan menjaga hubungan dan kehangatan dalam keluarga tersebut, yakni kinkeeping. Pekerjaan ini kerap tidak terlihat karena tidak menghasilkan sesuatu yang kasatmata, tetapi membutuhkan waktu, perhatian, dan energi mental.
Menariknya, perempuan lebih sering menjadi pihak yang mengambil peran tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa itu kinkeeping?
Kinkeeping merupakan pekerjaan untuk menjaga anggota keluarga tetap terhubung secara emosional. Bentuknya bisa sangat beragam, mulai dari mengingat ulang tahun, mengatur acara keluarga, menghubungi kerabat, menjaga tradisi, hingga memastikan anggota keluarga tetap saling berkomunikasi.
Psikiater sekaligus profesor klinis di Stanford University School of Medicine, Shaili Jain, mengatakan kinkeeping merupakan bentuk pekerjaan penting yang sering baru disadari ketika tidak dilakukan. Sederhananya, segala aktivitas yang bertujuan mempertahankan kedekatan dan hubungan hangat dalam keluarga dapat dikategorikan sebagai kinkeeping.
Istilah tersebut pertama kali diperkenalkan peneliti Carolyn J. Rosenthal melalui penelitian sosiologi pada 1985. Meski istilahnya relatif baru, pekerjaan menjaga hubungan keluarga sebenarnya sudah ada sejak manusia membentuk keluarga. Seiring perubahan kehidupan modern, tugas tersebut juga semakin kompleks.
Melansir
Real Simple
, keluarga kini lebih mungkin tinggal berjauhan, memiliki jadwal yang padat, serta semakin jarang memiliki ruang komunitas yang secara alami mempertemukan mereka. Akibatnya, hubungan keluarga tidak selalu terjaga dengan sendirinya.
Seseorang perlu mengambil inisiatif untuk mengatur pertemuan, menghubungi kerabat, atau menciptakan momen agar anggota keluarga tetap dekat.
Mengapa perempuan lebih sering melakukannya?
Pembagian pekerjaan rumah tangga di antara pasangan memang semakin seimbang. Namun, urusan menjaga hubungan keluarga tampaknya masih lebih sering dibebankan kepada perempuan.
Salah satu alasannya adalah sifat pekerjaan kinkeeping yang tidak terlihat. Berbeda dengan mencuci piring, menyapu rumah, atau memasak, pekerjaan menjaga hubungan keluarga sering berlangsung di balik layar. Tidak ada hasil fisik yang bisa langsung dilihat sehingga kontribusinya mudah terabaikan.
Perempuan juga kerap menjadi orang yang mengingat berbagai kebutuhan anggota keluarga. Misalnya, siapa yang sedang berulang tahun, kapan keluarga besar terakhir berkumpul, kerabat mana yang perlu dihubungi, atau tradisi apa yang harus dipersiapkan.
Tugas tersebut kemudian bercampur dengan tanggung jawab lain, seperti pekerjaan, mengurus anak, dan merawat anggota keluarga. Jain menyebut kinkeeping sering kali diharapkan dilakukan, tetapi jarang mendapatkan pengakuan.
Ketika pekerjaan tersebut tidak terlihat dan tidak dihargai, beban mental yang muncul dapat semakin melelahkan.
Baca lanjutannya di sebelah..
Cara membagi beban kinkeeping
Kinkeeping bukan berarti perempuan harus berhenti menjaga hubungan keluarga. Persoalannya adalah ketika hanya satu orang yang bertanggung jawab memastikan seluruh keluarga tetap dekat.
Agar perempuan atau ibu di rumah tidak memikul beban ini sendiri, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membagi beban tersebut, yakni sebagai berikut:
1. Jadikan tanggung jawab bersama
Menjaga hubungan keluarga sebaiknya dipandang sebagai nilai bersama, bukan pekerjaan satu orang. Anggota keluarga dapat membicarakan hal-hal yang membuat mereka merasa dekat. Dari sana, setiap orang bisa mengambil peran untuk menciptakan momen kebersamaan.
Misalnya, satu orang bertugas mengatur acara keluarga, anggota lain mengingat ulang tahun, sementara yang lainnya rutin menghubungi kerabat yang sudah lanjut usia.Dengan begitu, pekerjaan menjaga hubungan tidak lagi terpusat pada satu orang.
2. Tak perlu selalu sempurna
Menjaga kedekatan keluarga tidak harus dilakukan melalui acara besar atau persiapan yang rumit. Makan bersama, berjalan-jalan, bermain gim, atau sekadar menelepon anggota keluarga juga dapat menjadi cara untuk mempertahankan hubungan.
Ekspektasi yang terlalu tinggi justru bisa membuat seseorang merasa harus terus menciptakan momen istimewa bagi keluarganya. Padahal, hubungan yang hangat tidak selalu membutuhkan acara yang sempurna.
3. Bagi tugas secara jelas
Pekerjaan kinkeeping juga bisa dibagi seperti pekerjaan rumah tangga lainnya. Buat daftar aktivitas yang selama ini dilakukan untuk menjaga hubungan keluarga. Setelah itu, tentukan siapa yang bisa mengambil alih masing-masing tugas.
Anak-anak pun dapat dilibatkan sesuai usia. Mereka bisa belajar mengucapkan selamat ulang tahun kepada anggota keluarga, menelepon kakek-nenek, atau membantu menyiapkan acara keluarga. Dengan cara ini, menjaga hubungan keluarga sekaligus menjadi keterampilan yang dipelajari bersama.
4. Pilih aktivitas yang memang disukai
Menjaga hubungan keluarga tidak harus selalu terasa seperti kewajiban. Setiap orang bisa memilih aktivitas kinkeeping yang paling membuatnya bahagia.
Ada yang senang memasak untuk keluarga, sementara yang lain mungkin lebih menikmati mengatur perjalanan atau menghubungi kerabat. Yang terpenting, jangan sampai seluruh aktivitas tersebut mengorbankan waktu istirahat.
Kinkeeping: Tugas Menjaga Keluarga yang Banyak Dibebankan ke Perempuan
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN:
1
2
Baca lagi: 7 Kantor Pemerintahan Puncak Papua Dibakar Massa
Baca lagi: FOTO: Mengintip Kemegahan Pesawat Jumbo Airbus A380 yang Mampir RI
Baca lagi: Detik-detik Pria Selamat usai 20 Jam Terjebak Gempa Kolombia



