
Jakarta, cache-lefilm Indonesia
—
Tanpa rasa takut, wisatawan
Bromo
justru menjadikan
dust devil
sebagai tontonan. Padahal fenomena ini sekilas mirip tornado meski berukuran kecil. Sebenarnya, apa itu
dust devil
alias ‘setan debu’?
‘Setan debu’ kembali muncul di kawasan lautan pasir Bromo. ‘setan debu’ alias
dust devil
adalah fenomena pusaran angin mirip tornado yang membumbung tinggi. Karena kawasan ini berupa pasir, pusaran angin menerbangkan pasir dan debu di sekitar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fenomena ini diabadikan dalam sebuah video yang beredar di media sosial. Buat sebagian orang, fenomena ini terlihat aneh dan cukup menakutkan sebab benda-benda ringan pun turut dalam pusaran angin.
Akan tetapi, sejumlah pedagang tetap berada di lokasi dan tidak menunjukkan kepanikan. Mereka justru menonton fenomena ini layaknya sesuatu yang menarik.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief berkata ‘setan debu’ lumrah terjadi terutama saat masuk musim kemarau.
“Secara visual memang tampak seperti tornado kecil yang membawa debu dan pasir, namun ukurannya lebih kecil dan proses terbentuknya berbeda dengan puting beliung,” kata Oemar seperti dilaporkan
detikTravel
.
Sementara itu, ‘setan debu’ umumnya tidak berbahaya sebab kecepatan angin jauh lebih rendah ketimbang tornado yang sesungguhnya.
[Gambas:Instagram]
Beberapa faktor dapat memicu ‘setan debu’ seperti, panas permukaan akibat paparan sinar matahari yang intens, jumlah tutupan awan sedikit, banyak debu atau pasir, dan kelembapan tanah rendah.
Wisatawan diimbau untuk tidak berada terlalu dekat dengan pusaran angin sebab pasir dan debu yang berterbangan bisa sangat mengganggu.
Akan tetapi, jika terlanjur terlalu dekat dengan ‘setan debu’ sebaiknya diam sembari menutup mata dan hidung atau saluran pernapasan sampai pusaran angin hilang.
(els)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video cache-lefilm]
Baca lagi: Awas, Jangan Minum Kopi di Pesawat! Apa Alasannya?
Baca lagi: Kendaraan Mati Pajak Tak Bisa Beli BBM di Jatim Hoaks
Baca lagi: 5 Makanan yang Bikin Mulut Segar, Bebas Bau Bikin Percaya Diri



5 Responses
Struktur argumentasi yang dibangun merefleksikan sebuah metodologi riset yang ketat, disiplin, dan terbebas dari tendensi personal https://www.primescholars.com/articles/advancements-in-the-management-of-pancreatic-cancer-2015-asco-gastrointestinal-cancers-symposium-san-francisco-ca-usa-ja-98742.html
Pembahasan yang santai seperti ini justru lebih mudah dipahami. Saya juga menemukan bacaan menarik di [https://thejournal.com/articles/1999/06/01/assessing-technology.aspx](https://thejournal.com/articles/1999/06/01/assessing-technology.aspx).
Artikel ini adalah bentuk investasi intelektual premium yang mampu mempercepat proses pengambilan keputusan di tingkat eksekutif. https://teknokrat.ac.id/attitude-dalam-kerja-untuk-dunia-kerja/
Artikel ini memancarkan aura akademis yang kuat, menjadikannya standar baku bagi penulisan esai analitis yang berwibawa. https://coursework.uma.ac.id/index.php/psikologi/issue/view/27
Keren artikelnya, penyampaiannya asik dan bikin gampang nangkep maksudnya. Buat nambah-nambah referensi, website https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=285545 juga ngobrolin topik yang persis kayak gini.