
Daftar Isi
1. Kekurangan nutrisi tertentu
2. Stres juga bisa berpengaruh
3. Mulut mengalami luka atau trauma
4. Faktor genetik
5. Perubahan hormonal dan kondisi tubuh tertentu
Jakarta, cache-lefilm Indonesia
—
Sariawan
mungkin terlihat sebagai masalah kecil, tetapi ketika luka di mulut muncul berulang kali,
orang tua
tentu mulai bertanya-tanya. Apalagi jika
anak
sampai sulit makan, minum, atau mengeluh sakit setiap kali sariawan kambuh.
Tak sedikit orang tua yang belum menyadari penyebab sariawan pada anak. Memangnya, apa saja?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sariawan yang berulang dikenal sebagai
recurrent aphthous stomatitis
(RAS) atau stomatitis aftosa rekuren. Kondisi ini ditandai dengan munculnya luka kecil yang terasa nyeri di bagian dalam mulut dan dapat kambuh dari waktu ke waktu.
Lantas, apa saja yang bisa membuat anak sering sariawan?
1. Kekurangan nutrisi tertentu
Asupan zat gizi menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan ketika anak mengalami sariawan berulang. Studi yang dipublikasikan dalam
Journal of Dermatology and Venereology
menemukan kemungkinan hubungan antara RAS dengan kekurangan beberapa nutrisi, terutama vitamin B12, folat, dan zat besi.
Studi membandingkan kadar zat besi, ferritin, asam folat, dan vitamin B12 pada pasien RAS dengan kelompok sehat.
Hasilnya, kadar vitamin B12 ditemukan lebih rendah secara signifikan pada pasien RAS. Sementara itu, tidak ditemukan perbedaan signifikan pada parameter lainnya.
2. Stres juga bisa berpengaruh
Anak mungkin belum selalu bisa menjelaskan ketika sedang tertekan. Perubahan rutinitas, masalah di sekolah, konflik dengan teman, atau berbagai pengalaman yang membuat anak cemas dapat memengaruhi kondisi tubuh.
Karena itu, ketika sariawan muncul berkali-kali, orang tua bisa memperhatikan apakah kemunculannya bertepatan dengan periode ketika anak sedang menghadapi perubahan atau tekanan tertentu.
3. Mulut mengalami luka atau trauma
Sariawan juga bisa muncul setelah adanya luka kecil di dalam mulut. Pada anak, trauma semacam ini cukup mudah terjadi. Misalnya, bagian dalam pipi tidak sengaja tergigit ketika makan, mulut terkena sikat gigi, atau terjadi gesekan dari makanan maupun benda tertentu.
Luka kecil tersebut dapat menjadi salah satu penyebab munculnya sariawan pada anak yang memang memiliki kecenderungan mengalami RAS.
Untuk mencegahnya, hindari kebiasaan menyikat gigi dengan tekanan terlalu kuat atau kasar.
4. Faktor genetik
Anak yang sering sariawan juga mungkin memiliki faktor genetik atau riwayat keluarga. Mengutip studi dari
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
(Unpad), kondisi yang jadi penyebab RAS belum diketahui secara pasti dan bersifat multifaktor.
Dalam penelitian yang dilakukan, faktor genetik termasuk salah satu hal yang dapat berperan, bersama dengan faktor hormonal, stres, dan defisiensi nutrisi.
Artinya, jika orang tua atau anggota keluarga memiliki riwayat sariawan berulang, anak juga mungkin memiliki kecenderungan yang sama.
5. Perubahan hormonal dan kondisi tubuh tertentu
Selain faktor genetik dan nutrisi, perubahan hormonal juga termasuk faktor yang dibahas dalam penelitian mengenai RAS. Perubahan hormonal bisa jadi salah satu penyebab sariawan pada anak.
Kondisi tubuh tertentu juga dapat berkaitan dengan munculnya sariawan berulang. Karena itu, jika sariawan terus kambuh, berlangsung lama, atau disertai keluhan lain, penyebabnya sebaiknya tidak langsung diasumsikan sebagai kekurangan vitamin.
(anm/asr)
Baca lagi: Apa Itu Demam Kelinci? Kenali Gejala dan Bahayanya
Baca lagi: Kebakaran Mal di Makassar, Pengunjung-Karyawan Alami Sesak Napas
Baca lagi: FOTO: Pementasan Teater Koma ke-237, Rumah Sakit Jiwa



