
Daftar Isi
Cara mengurangi doomscrolling
1. Tentukan batas
2. Gunakan gadget dalam kondisi sadar
3. Perlambat scrolling
4. Cek apa yang dirasakan
5. Sibukkan diri
6. Rehat dari dunia digital
7. Pertimbangkan untuk konsultasi
Jakarta, cache-lefilm Indonesia
—
Sekali pegang
gadget
, secara tak sadar orang tenggelam dalam aktivitas
scrolling
. Apa kamu juga demikian? Aktivitas ini terlihat sepele tapi sebenarnya berbahaya. Simak cara mengurangi
doomscrolling
mulai dari sekarang.
Harus diakui, sebagian besar orang memulai hari dengan meraih ponsel, menelusuri notifikasi, berita, dan media sosial. Tutup satu aplikasi, lalu buka aplikasi lain, scrolling dan polanya berulang. Fenomena ini disebut
doomscrolling
.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Aditi Nerurkar, pengajar Division of Global Health and Social Medicine di Harvard Medical School, berkata
doomscrolling
jadi respons tubuh menangani stres yang tak kunjung usai.
“Otak dan tubuh kita dirancang secara luar biasa untuk menangani stres dalam durasi singkat. Namun selama beberapa tahun terakhir, stres itu seolah tak kunjung usai.
Doomscrolling
adalah respons kita terhadap situasi tersebut,” jelas Nerurkar mengutip dari
Harvard Health Publishing
.
Cara mengurangi
doomscrolling
Doomscrolling
memicu sederet dampak negatif baik terhadap mental, fisik, dan perilaku. Melansir dari Cleveland Clinic, doomscrolling dapat membuatmu semakin cemas, stres, susah konsentrasi, lalu muncul gangguan tidur apalagi kalau doomscrolling dilakukan di malam hari.
Selain itu,
doomscrolling
berpotensi mengganggu aktivitas di kehidupan nyata termasuk bekerja, interaksi sosial, dan rutinitas harian.
Agar aktivitas scrolling tidak sampai mengganggu, sebaiknya kurangi mulai sekarang dengan beberapa cara berikut.
1. Tentukan batas
Batasi waktu bermain ponsel atau gadget lain. Untuk mendukung pembatasan waktu, coba jauhkan ponsel atau letakkan ponsel di tempat yang sulit dijangkau sehingga kamu tidak gampang meraih ponsel di saat santai.
Kemudian pasang alarm agar bermain ponsel tidak kebablasan. Selain itu, batasi situs yang diakses terutama yang berpotensi menyajikan konten atau berita negatif.
2. Gunakan gadget dalam kondisi sadar
Banyak orang meraih ponsel tanpa sadar atau jadi tindakan otomatis. Sebaiknya saat mau mengambil ponsel, tanya pada diri sendiri apa ada alasan jelas untuk melakukannya.
Teknik ini disebut thought-stopping atau menghentikan pikiran sejenak untuk meredam dorongan.
3. Perlambat
scrolling
Fokus pada apa yang sedang dibaca membantumu mengatasi kebiasaan
doomscrolling
. Kenapa? Kebiasaan terus-menerus skip unggahan dan video dengan cepat dapat memperpendek rentang perhatian. Akhirnya semakin memicu kebiasaan
doomscrolling
.
4. Cek apa yang dirasakan
Perhatikan respons fisik dan mental terhadap
doomscrolling
. Apa leher terasa kaku? Apa jantung berdegup kencang akibat konten tertentu? Apa tiba-tiba merasa sangat sedih?
Perhatikan jika yang muncul sensasi negatif. Hal ini sudah bisa jadi sinyal bahwa saatnya untuk berhenti.
5. Sibukkan diri
Coba lakukan aktivitas lain agar perhatian tidak terus-terusan tertuju pada gadget. Kamu bisa jalan-jalan atau ke gym. Selain itu, manjakan diri di spa, bertemu teman, atau mengikuti workshop untuk menambah relasi.
6. Rehat dari dunia digital
Kadang kamu perlu menjalani aktivitas secara konvensional (offline) untuk sementara. Ambil jeda dari dunia digital lalu mulai lagi ketika nanti sudah siap.
Sembari rehat, waktunya untuk terhubung lagi dengan aktivitas yang disukai dan menjalin relasi dengan orang-orang sekitar.
7. Pertimbangkan untuk konsultasi
Jika sudah banyak upaya dilakukan tapi belum berhasil maka saatnya berkonsultasi dengan tenaga profesional. Tenaga profesional dengan spesialisasi terapi perilaku kognitif akan membantu menemukan akar penyebab kebiasaan tersebut.
(els)
Baca lagi: BTN Serahkan 30 Rumah Gratis untuk Mantan Atlet dan Pejuang
Baca lagi: Drama Doctor X Kim Ji-won Tayang 9 Oktober
Baca lagi: Hasil F1 GP Belgia: Antonelli Finis Pertama, Verstappen Podium



