61 Penumpang Menghilang usai Check-in Penerbangan ke Malaysia

Jakarta, cache-lefilm Indonesia

Sebanyak 61 calon penumpang penerbangan dari

Bangladesh

menuju

Malaysia

dilaporkan meninggalkan

bandara

tanpa menaiki pesawat setelah otoritas memperketat pemeriksaan dokumen perjalanan.

Insiden tersebut terjadi pada Jumat (4/7) malam di Bandara Internasional Hazrat Shahjalal, Dhaka. Pemeriksaan yang lebih ketat dilakukan setelah petugas menemukan sejumlah visa palsu maupun visa yang diduga telah dimanipulasi.

Mengutip

VNExpress

, penerbangan Diman Bangladesh Airlines awalnya dijadwalkan mengangkut 288 penumpang menuju Malaysia. Namun, pesawat akhirnya lepas landas hanya dengan membawa 212 penumpang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, petugas imigrasi bersama pihak maskapai menghentikan 15 calon penumpang karena diduga menggunakan visa palsu atau dokumen perjalanan yang telah diubah.

Dari jumlah tersebut, 10 orang telah berada di dalam pesawat sebelum akhirnya diminta turun. Sementara lima lainnya dicegah melanjutkan proses keberangkatan saat berada di area gerbang keberangkatan (boarding gate).

Tak lama setelah penindakan itu, petugas menyadari ada 61 penumpang lain yang telah melakukan check-in, tetapi tidak pernah naik ke pesawat.

Berdasarkan keterangan sumber di bandara, sebagian besar dari mereka diduga sengaja meninggalkan area bandara setelah mengetahui otoritas sedang memperketat pemeriksaan dokumen perjalanan menyusul ditemukannya kasus visa yang dipalsukan atau dimanipulasi.

Secara umum, prosedur keberangkatan internasional mengharuskan penumpang melakukan check-in dan menyerahkan bagasi terlebih dahulu sebelum menuju pemeriksaan imigrasi. Pada tahap ini, petugas akan memverifikasi paspor, visa, dan dokumen perjalanan lainnya. Setelah dinyatakan lolos, penumpang baru dapat menuju gerbang keberangkatan untuk menaiki pesawat.

Seorang pejabat yang dikutip media Bangladesh bdnews24 mengatakan bahwa otoritas memang memberikan perhatian khusus terhadap penerbangan menuju Malaysia.

Hal itu dilakukan karena dalam beberapa waktu terakhir terdapat sejumlah kasus penumpang yang sebenarnya memiliki visa sah, tetapi tetap ditolak masuk oleh otoritas imigrasi Malaysia dan akhirnya dideportasi setibanya di negara tersebut.

Peningkatan pengawasan ini diharapkan dapat mencegah penggunaan dokumen perjalanan yang tidak sah sekaligus mengurangi potensi masalah imigrasi bagi penumpang setibanya di Malaysia.

(tis/tis)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video cache-lefilm]

Baca lagi: KWP dan BNI Salurkan 2.000 Paket Alat Tulis Jelang Tahun Ajaran Baru

Baca lagi: Hamas Bubarkan Pemerintah di Gaza usai Bertemu ‘Tangan Kanan’ Trump

Baca lagi: Modi Temui Prabowo, RI-India Sepakat Kerja Sama Nuklir & Energi Surya

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: